Membantu Anak dengan Cara Belajar Unik Agar Sukses – Bagian 2

Lanjutan Bagian 1.

2. Tentukan pengalaman belajar apa yang mencerminkan minat anak Anda. Anak-anak akan melakukan yang terbaik ketika mereka tertarik pada suatu topik. Perhatikan anak Anda dengan cermat. Amati dia selama melakukan aktivitas sehari-hari. Perhatikan saat anak tersenyum. Lihat apa yang tidak bisa anak lakukan. Ketika Anda melihat apa yang anak Anda sukai, kembangkanlah. Jika anak Anda menyukai taman dan memiliki masalah pada gerakannya, misalnya. Cari tahu peralatan bermain yang terbaik untuk gerakan tubuh, memperkuat, keseimbangan, dll. Lalu bermainlah bersama, dan kembalilah menjadi seperti anak kecil lagi.

3. Rahasiakan jika ingin membuat perbandingan dengan anak-anak lain. Anak Anda cerdas dengan caranya sendiri. Syukuri perbedaan dan cintai setiap anak tanpa syarat. Alih-alih mengintimidasi anak Anda melalui perbandingan dengan saudara kandung atau teman sekelas, sadari anak Anda adalah pembelajar yang berbeda dan dorong minat dan kemampuan uniknya. Misalnya, saudara laki-laki Carly, Jason, dapat berbicara dan membaca dua bahasa pada usia sembilan tahun. Tetapi Carly senang memasukkan koin dalam gulungan uang dan membawanya ke bank untuk disimpan. Jason tumbuh menjadi ahli bahasa, sementara Carly menjadi pedagang komoditas yang sukses.

4. Temukan dan pujilah kelebihan anak Anda. Semua anak memiliki kelebihan masing-masing. Anda perlu sepenuhnya mengenali apa yang menonjol tentang anak Anda. Apa yang bisa dia lakukan yang berbeda dari yang lain? Apa yang mau dia coba agar anak-anak lain tidak mau? Buatlah pujian untuk sifat-sifat spesial anak Anda dan tidak menyebutkan kelemahan apa pun. Anak Anda memiliki hati yang baik dan kesediaan untuk meminjamkan mainannya kepada orang lain. Melihat dia menghibur anak lain yang sedang kesal dan biarkan dia tahu bahwa Anda menghargai karunia belas kasihnya.

5. Temukan cara untuk bersenang—senang bersama anak. Membuat belajar membosankan dengan daftar ″yang harus dilakukan″ dapat membuat semua orang malas. Mengesampingkan tugas dan memberi anak Anda perhatian penuh untuk jangka waktu tertentu setiap hari – bahkan jika hanya 5 menit – terpisah dari saudara-saudaranya. Biarkan dia menjadi pemimpin dan Anda pengikut. Biarkan dia memilih aktivitas sendiri (dengan alasan), apakah itu bermain “petak umpet“ atau hanya berpelukan di sofa. Dia memegang kendali sekarang, dan tidak ada cara yang benar atau salah dalam melakukan sesuatu.

Perbedaan tidak harus dipandang negatif terhadap anak-anak dengan cara belajar yang unik. Untuk menepis perasaan frustasi dan kegagalan, orang tua dan guru harus tahu bagaimana cara belajar terbaik untuk anak dan membiarkan anak mengalami kesuksesan, baik secara akademis dan sosial. Berawal dari kesuksesan, kepercayaan dan kegembiraan di masa kecil, akan tumbuh dan mengarah ke lebih banyak kesuksesan.

One thought on “Membantu Anak dengan Cara Belajar Unik Agar Sukses – Bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.